Kenangan Hatta Rajasa di Singapura

Kenangan Hatta Rajasa di Singapura – Mantan Menteri Ekonomi Muhammad Hatta Rajasa mengungkapkan salah satu momen yang tak terlupakan bersama dengan Ani Yudhoyono. Ini terungkap setelah menghadiri prosesi pemakaman di Pemakaman Pahlawan Kalibata.

Momentum yang diingatnya dan kesan SBY adalah ketika menemani Ani Yudhoyono untuk perawatan pertamanya di Singapura. Ketika mereka berada di satu pesawat, istri Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengingatkannya untuk pulang bersama.

“Di Singapura, ketika kami berangkat dari Jakarta, pada 2 Februari kami pergi ke Singapura, saya mendapat pesawat dengan Ms. Ani,” kata Hatta Rajasa ketika ditemui di lokasi, Minggu (6/6/2019).

“Dan Ms. Ani berkata, Insya Allah, kita akan pulang bersama lagi. Aku memang pulang lagi bersama Ibu, tetapi Ibu pulang dengan hercules dan Ibu sudah pergi,” tambahnya.

Mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian di era SBY juga menilai bahwa sosok Ani Yudhoyono adalah perempuan yang cerdas, humanis dan juga tegas.

Sepertinya sang besanan yaitu Hatta Rajasa memiliki kenangan yang indah bersama ibu Ani Yudhoyono saat berada di Singapura beberapa waktu yang lalu.

“Ny. Ani adalah orang yang sangat cerdas, rasional tetapi nagabola juga sangat humanistik dan tegas. Serius,” Hatta Rajasa menyimpulkan.

Seperti diberitakan sebelumnya, istri Susilo Bambang Yudhoyono meninggal di National University Hospital, Singapura pukul 11.50 waktu setempat karena kanker darahnya.

Pria Riau Hadiri Pemakaman Ani Yudhoyono

Pria Riau Hadiri Pemakaman Ani Yudhoyono – Tidak hanya petugas dan kru media yang memenuhi area pemakaman Ani Yudhoyono, ada juga sejumlah warga yang datang ke Makam Pahlawan Kalibata (TMP), Jakarta Selatan. Seorang warga bernama Zulfikar datang dari Riau untuk menghadiri prosesi pencalonan istri dari Presiden Republik Indonesia keenam, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

“Melayat, belasungkawa untuk mengenang almarhum Ibu Negara Ani Yudhoyono,” kata Zulfikar saat ditemui di lokasi, Minggu (6/6/2019).

Kedatangan Zulfikar ke Jakarta memang karena perawatan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Karena itu, bola228 meluangkan waktu untuk datang ke TMP Kalibata hari ini.

Selanjutnya, Zulfikar mengaku mengagumi sosok almarhum Ani Yudhoyono. Menurutnya, Ani Yudhoyono adalah wanita yang setia menemani SBY sepanjang hidupnya.

“Ada rasa kagum, sosok seorang ibu rumah tangga yang sedang jatuh cinta dan sedih mendampingi suaminya sebagai presiden dan sekarang sebagai Ketua Partai Demokrat,” katanya.

Memang sebuah kabar duka yang harus dihadapi mantan Presiden Indonesia yang keenam. Bapak Susilo Bambang Yudhoyono harus ditinggalkan oleh istri tercintanya pada hari sabtu, 1 mei 2019.

Zulfikar juga berdoa agar Ani Yudhoyono yang telah meninggal akan mendapatkan tempat yang layak bagi Tuhan, dan agar semua bentuk amal dan kebajikan akan diterima.

“Ya, semoga almarhum akan diterima oleh Allah, semoga amal baiknya diterima, kebaikan dan kebaikannya,” pungkas Zulfikar.

Duka Cita Atas Meninggalnya Ibu Ani Yudhoyono

Duka Cita Atas Meninggalnya Ibu Ani Yudhoyono – Kristiani Herrawati alias Ani Yudhoyono meninggal dalam perawatan di National Universty Hospital Singapura, Sabtu (6/1/2019). Mantan Ibu Negara telah dirawat di sana sejak Februari lalu.

Istri Presiden Republik Indonesia ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono telah berjuang untuk melawan kanker darah yang menggerogoti tubuhnya. Selama menjalani perawatan ia ditemani SBY dengan setia.

Dilahirkan di Yogyakarta pada 6 Juli 1952, Ani Yudhoyono meninggal pada usia 66 tahun. Ani adalah anak ketiga dari pasangan Letnan Jenderal (Purnawirawan) Sarwo Edhie Wibowo dan Sunarti Sri Hadiyah.

Sarwi Edhie adalah seorang tokoh militer Indonesia. Dia memainkan peran utama dalam penumpasan Gerakan 30 September Gerakan PKI, karena posisinya saat ini sebagai Komandan Resimen Komando Angkatan Darat (RPKAD) atau sekarang Kopassus.

Kembali ke Ani Yudhoyono. Sang putri jenderal menikahi SBY pada 30 Juli 1976, ketika SBY baru saja diangkat sebagai perwira TNI dan menjadi lulusan terbaik.

Mengutip dari Wikipedia, sebelum menikahi SBY, Ani Yudhoyono menempuh pendidikan di departemen medis Universitas Kristen Indonesia. Tetapi itu tidak lengkap karena pada tahun ketiga agen bola228 meninggalkan bangku kuliah untuk bergabung dengan ayahnya yang ditunjuk sebagai Duta Besar Indonesia untuk Korea Selatan.

Setelah menikahi SBY, Ani melanjutkan studinya di Universitas Terbuka. Namun tidak dalam perawatan lagi. Dia lulus dengan gelar dalam ilmu politik pada tahun 1998.

Selama hidupnya, Ani Yudhoyono adalah Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, sebuah partai yang didirikan oleh SBY.

Jalan panjang kehidupan Ani Yudhoyono berakhir hari ini. Ani dipanggil oleh Sang Pencipta sekitar pukul 11:50 waktu Singapura, setelah lima bulan lebih intensif dirawat karena kanker darah.

Setelah membaik dan diizinkan meninggalkan ruangan, kesehatan Ani Yudhono kembali memburuk dalam beberapa hari terakhir dan dirawat di ICU, sebelum menghembuskan nafas terakhirnya.