Musim Kemarau Tahun Ini Datang Lebih Cepat

Musim Kemarau Tahun Ini Datang Lebih Cepat – Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) mendesak warga Jawa Tengah (Jawa Tengah) untuk mewaspadai potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Musim kemarau diperkirakan tiba lebih awal dan lebih lama, yaitu hingga tujuh bulan.

“Waspadai potensi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Jawa Tengah,” kata Stasiun Meteorologi BMKG Ahmad Yani, Semarang, Triyotomo, Kamis (20/6/2019).

Dia menjelaskan, ramalan cuaca untuk hari ini di wilayah Jawa Tengah umumnya cerah. Potensi kabut di pagi hari di daerah sekitar dataran tinggi. Kondisi serupa terjadi di kota Semarang dan daerah sekitarnya berawan cerah. Angin bertiup dari arah utara-tenggara dengan kecepatan 10-25 km / jam. Suhu udara berkisar antara 24-34 ° C. Kelembaban udara berkisar antara 45-75%.

“Tinggi gelombang di Laut Jawa adalah 0,1-1,5 meter dan tinggi gelombang di perairan selatan Jawa Tengah adalah 1,5 hingga 3,5 meter,” katanya.

Dilaporkan dari halaman BMKG, masyarakat perlu mewaspadai daerah-daerah yang akan mengalami musim kemarau lebih awal, yaitu di sebagian NTT, NTB, Jawa Timur bagian timur, Jawa Tengah, Jawa Barat bagian tengah dan selatan, bagian Lampung, Bengkulu, Jambi , Sumatera Selatan dan Riau dan Kalimantan Timur dan Selatan.

Kewaspadaan dan antisipasi dini juga diperlukan untuk daerah-daerah yang diprediksi mengalami kekeringan lebih kering dari biasanya, yaitu di bola228 NTT, NTB, Bali, Jawa Selatan, dan Jawa Utara, sebagian Sumatera, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Merauke.

Secara umum, puncak musim kemarau 2019 diprediksi akan terjadi pada Agustus-September 2019. Pemerintah daerah dan semua masyarakat perlu waspada dan siap menghadapi kemungkinan dampak musim kemarau, terutama di daerah yang rawan kekeringan meteorologis, hutan. . dan kebakaran lahan, dan ketersediaan air bersih.