Joko Driyono Ajukan Banding ke Pengadilan Negeri

Joko Driyono Ajukan Banding ke Pengadilan Negeri – Mantan Ketua Eksekutif Ketua PSSI Joko Driyono secara resmi mengajukan banding terhadap keputusan hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang menjatuhkan hukuman penjara 1 tahun 6 bulan.

“Ya, kami telah mengajukan banding,” kata kuasa hukum Joko Driyono, Mustofa Abiddin ketika dikonfirmasi Selasa (30/7/2019).

Mustofa Abiddin menjelaskan bahwa banding dilakukan berdasarkan beberapa alasan. Salah satu alasannya adalah bahwa kasus hilangnya bukti tidak terbukti terkait dengan kasus penetapan skor.

“Hakim mengatakan itu terbukti bahwa bukti telah dihapus tetapi di sisi lain panel juga menyatakan bahwa terdakwa tidak terbukti terkait dengan kasus penilaian, meskipun tujuan dari gugus tugas mafia surat suara adalah untuk temukan bukti terkait pengaturan skor.

Tidak hanya Joko Driyono, Jaksa Penuntut Umum (JPU) jayabola juga mengajukan banding atas keputusan hakim pada hari Jumat, 26 Juli 2019. Hal ini dikonfirmasi oleh salah satu jaksa penuntut, Sigit Hendradi.

“Alasannya adalah keberatan terhadap penjara 1 tahun dan 6 bulan penjara. Nilai kami masih terlalu ringan dan tidak terasa. Ini memiliki efek jera dan efek jera,” kata Jaksa Penuntut Umum Sigit Hendradi ketika dikonfirmasi.

Dilaporkan sebelumnya, Hakim Kartim Khaeruddin menjatuhkan hukuman penjara 1 tahun 6 bulan kepada Joko Driyono. Karena itu, Joko Driyono dianggap terbukti telah memindahkan orang terdekat untuk mengeluarkan barang bukti.

Atas putusan hakim, Joko Driyono juga terbukti melanggar Pasal 235 Jo Pasal 233 Pasal 55 ayat 1 detik KUHP.