Seleksi Calon Pimpinan KPK 2019

seleksi calon pimpinan KPK 2019 – Komite Seleksi (Pansel) Calon Pemimpin (Capim) KPK mengumumkan bahwa dari 376 pelamar untuk tim KPK, 192 orang lolos seleksi administrasi. Mereka didominasi oleh pria.

“Mereka yang lolos dari administrasi 192,” kata Ketua Kanselir Ketua KPK, Yenti Garnasih, pada konferensi pers di Sekretariat Pemilihan Kepala KPK di Gedung Sekretariat Negara, Jakarta Pusat, Kamis (11/07/2019).

Berdasarkan jenis kelamin, Kanselir Komisi Pemberantasan Korupsi mengatakan bahwa dari 192 orang yang lolos proses seleksi awal, 180 orang adalah pria. Hanya 12 wanita. Latar belakang mereka selanjutnya bervariasi.

Setelah lolos seleksi administrasi, 192 kandidat KPK diharuskan mengikuti serangkaian tes lagi. Suka tes penilaian profil atau ujian untuk melihat kemampuan individu, integritas, wawasan karakter.

Anggota komite KPK juga akan diminta untuk menulis naskah, menguji dan mengujinya secara publik, kemudian wawancara dan uji kesehatan, sebelum dipilih oleh 10 orang untuk diserahkan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Sebelumnya ada 376 orang yang mendaftar sebagai petugas KPK, yang terdiri dari 349 pria dan 27 wanita. Mereka datang dari berbagai latar belakang seperti anggota Polri, TNI, advokat, akademisi dan bahkan pengusaha.

Namun, hasil seleksi administrasi hanya bola88 yang lolos, 184 sisanya diusir. Setelah itu memang akan ada lagi ujian seleksi yang lebih berat bagi mereka yang ingin menjadi pemimpin KPK.

Romi Sebut Dispenser Rutan KPK Kotor

Romi Sebut Dispenser Rutan KPK Kotor – Tersangka dalam kasus memilih posisi suap di Kementerian Agama Republik Indonesia pada 2018-2019, Romahurmuziy alias Romi mengeluh tentang dispenser air di pusat penahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Minuman yang saya minta kemarin adalah karena beberapa teman bergiliran diare di sana. Jadi, kami meminta agar dispenser dibuat karena KPK tidak pernah dikeringkan. Jadi kami minta dikeringkan atau diganti dengan dispenser,” kata Romi di Gedung KPK , Jakarta, Jumat (24/5/2019) seperti dilansir Antara.

KPK pada hari Jumat memeriksa Romi dalam kapasitasnya sebagai tersangka dalam kasus suap.

Sebelumnya, mantan Ketua Partai Persatuan Pembangunan (PPP) telah dua kali ditahan di Rumah Sakit Polisi Jakarta Timur karena sakit.

Mengenai hal ini, Romi mengakui bahwa penyakitnya kambuh.

“Penyakit ini sudah kambuh, semoga sehat,” kata Romi.

Namun, ia enggan mengungkapkan lebih lanjut terkait kambuhnya penyakitnya. “Ini rahasia pasien,” katanya.

Sebelumnya, Romi telah ditolak penahanannya di Rumah Sakit situs judi terbaik Polisi Jakarta Timur selama satu bulan sejak Selasa (2/4) dan baru saja kembali ke Penjara KPK pada Kamis (2/5).

Selanjutnya, Romi kembali ditolak penahanannya di Rumah Sakit Polisi Jakarta Timur sejak Senin (13/5) malam dan kembali ke Cabang Penjara KPK, Rabu (15/5).

KPK telah menetapkan tiga tersangka terkait dengan suap seleksi pekerjaan di Kementerian Agama Republik Indonesia pada 2018-2019. Diduga penerima, yaitu Rommy.

Sedangkan diduga sebagai pemberi, yaitu Kepala Departemen Agama Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kepala Departemen Agama Provinsi Jawa Timur Haris Hasanuddin.

KPK juga telah mendelegasikan proses investigasi ke tahap penuntutan terhadap dua tersangka pemberi. Pertemuan perdana akan diadakan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (29/5).

Sedangkan untuk para tersangka, Rommy masih dalam proses penyelidikan di KPK. Rommy juga telah mengajukan aplikasi praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Namun, Tunggal Hakim Agus Widodo mengatakan bahwa permintaan praperadilan yang diajukan oleh Rommy ke KPK tidak dapat diterima.