Transgender Bisa Jadi Pejabat di Malaysia

Transgender Bisa Jadi Pejabat di Malaysia – Wakil Menteri Kesehatan Dr Lee Boon Chye mengatakan bahwa penunjukan pelanggar hukum Rania Zara Medina sebagai anggota Mekanisme Koordinasi Negara Malaysia (CCM) untuk periode sesi 2019-2021 didasarkan pada prosedur yang ada.

Dr. Lee menjelaskan bahwa semua 25 anggota CCM mewakili pemangku kepentingan yang berbeda seperti lembaga pemerintah, organisasi non-pemerintah, anggota akademik dan perwakilan masyarakat.

“Perwakilan masyarakat dari populasi sasaran dipilih dari populasi masyarakat itu sendiri dan disetujui oleh surat penunjukan CCM, yang merupakan Wakil Menteri Kesehatan,” katanya dalam sebuah pernyataan yang mengutip Malay Mail, Kamis (11/07/2019).

“Populasi target termasuk transgender (trangender), laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki, pekerja seks perempuan, orang yang menggunakan narkoba, dan orang HIV / AIDS (ODHA),” tambahnya.

Lee mengatakan CCM Malaysia didirikan pada 2009 untuk menangani HIV / AIDS bekerja sama dengan Global Fund.

“Di antara fungsi utama CCM adalah memantau dan memberikan dukungan teknis untuk implementasi proyek, sedangkan Kementerian Kesehatan akan bertindak sebagai koordinator.

“Fungsi CCM untuk mengendalikan HIV / AIDS sesuai dengan Rencana Strategis¬†bola88 untuk mencegah penyakit di negara ini,” katanya.

Sementara Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad terkejut ketika diberitahu tentang penunjukan Rania Zara Medina sebagai anggota Mekanisme Koordinasi Negara Malaysia (CCM).

Rania dikatakan sebagai wanita transwoman pertama yang diangkat ke komite nasional di bawah Kementerian Kesehatan.

“Transgender apa? Apakah Anda sudah memeriksanya? Apakah Anda yakin dia transgender?” Mahathir berkata.

“Saya tidak tahu bagaimana dia transgender, saya belum pernah bertemu dengannya,” tambahnya.