Tewas Terbakar Dalam Kecelakaan di Tol Cipali

Tewas Terbakar Dalam Kecelakaan di Tol Cipali – Kepolisian Daerah Majalengka, Jawa Barat, menangani kecelakaan lalu lintas di jalan tol Cikopo-Palimanan (Cipali) KM 154.800 dari arah Jakarta ke Cirebon yang mengakibatkan lima orang tewas dan tiga orang luka berat.

“Ada lima orang yang meninggal akibat kecelakaan itu,” kata Kepala Kepolisian Daerah Majalengka, AKBP Mariyono, dalam pernyataan yang diterima di Cirebon seperti dikutip Antaranews, Sabtu (20/7/2019).

Mariyono mengatakan bahwa lima orang yang tewas dalam kecelakaan di Jalan Tol Cikopo-Palimanan semuanya terbakar di dalam mobil. “Para korban yang tewas terbakar di dalam kendaraan,” kata AKBP Mariyono.

Kecelakaan itu terjadi pada hari Jumat 19 Juli sekitar pukul 23.00 WIB dan memasuki wilayah hukum Kepolisian Daerah Majalengka. Kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan itu mengatakan Mariyono, yaitu nomor registrasi Daihatsu Grand Max untuk truk E 8609 BZ dengan minibus Suzuki APV.

“Diduga bahwa pengemudi kendaraan terbuka itu mengantuk sehingga dia memasuki jalur yang berlawanan dan menabrak minibus,” katanya.

Akibat kecelakaan itu empat orang mengendarai kendaraan Suzuki APV meninggal dan satu orang lagi mengendarai kendaraan terbuka juga terbunuh.

Selain itu, tiga orang lainnya terluka parah dan saat ini sedang dirawat di rumah sakit terdekat. Para korban yang tewas telah diidentifikasi.

“Kami membawa luka serius ke Rumah Sakit Mitra Plumbon, sedangkan yang meninggal di Rumah Sakit Cideres Majalengka,” katanya kepada info judi.

Keluarga Sopir Bus Kecelakaan di Tol Cipali

Keluarga Sopir Bus Kecelakaan di Tol Cipali – Duka masih diterima oleh keluarga Roni Mart Tampubolon (37), pengemudi Bus Royal Safari, yang sebelumnya memasang Safari dan Safari Dharma Raya, yang dikeluarkan di Jalan Tol Cipali, pada Senin 17 Juni 2019 di pagi.

Meski jenazah Roni dimakamkan di Astonoloyo, Tejomoyo, tidak jauh dari kediamannya di Tejomoyo RT.02 / RW.13, Telukan, Grogol, Sukoharjo, Jawa Tengah. Tetapi keluarga itu sangat menyesalkan kecelakaan yang disebut bus yang dikendarai oleh Roni, yang dibajak oleh Amsor, salah satu penumpang di bus Royal Safari.

Adik laki-laki almarhum, Daniel Christian Tampubolon (35) mengatakan ia pertama kali mendengar tentang bus yang dikendarai saudaranya dari sebuah restoran yang dulu menggunakan PO bola228 Safari itu sendiri, pada hari Selasa, sekitar pukul 04.00 WIB. Sebelumnya keluarga tidak yakin jika mereka meminta bus dengan nomor polisi H 1469 HB yang meninggal adalah Roni.

“Pertama tidak ada kata (kecelakaan) yang mengatakan pengemudi meninggal. Hanya setelah seorang teman di PO Royal Safari melaporkan bahwa pengemudi meninggal, kami dan keluarganya langsung menjadi lemah dan sedih,” kata Daniel ketika ditemui di rumah duka pada Selasa 18 Juni 2019.

Menelan Banyak Korban Jiwa

Kejutan keluarga, kata Daniel, meningkat ketika dia menemukan penyebabnya, semakin diserang oleh salah satu penumpang yang menjadi lebih baik. Alasannya adalah bahwa polisi melakukan tes psikologis Amsor setelah kembali dari perawatan.

“Statusnya bekerja sebagai penjaga keamanan, juru masak penjaga keamanan memiliki masalah mental. Mungkin stres karena kelelahan karena perjalanan yang panjang,” Daniel menjelaskan setelah mendapatkan identitas penyerang saudara laki-lakinya setelah mendapatkan informasi dari petugas.

Menurut Daniel, sosok kakaknya adalah pekerja yang ulet. Di PO Royal Safari, saudaranya telah bekerja selama 10 tahun. Sebelum secara resmi menjadi sopir, senior bertanya di departemen penjualan tiket atau agen.

“Dia telah berada di Safari selama sekitar 10 tahun. Diawali dengan seorang agen, dia terus meningkat untuk menjadi pengecer dan kemudian menjadi sopir,” katanya.

Dilaporkan sebelumnya, 12 orang terbunuh oleh kecelakaan mematikan di Jalan Tol Cipali. Sementara Amsor, penumpang yang melakukan razia pada pengemudi Royal Safari menambah cedera dan perawatan intensif di Rumah Sakit Mitra Plumbon, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.